LARUTAN ELEKTOLIT DAN NON ELEKTROLIT

LARUTAN adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut. Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas : 1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1).Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1.Yang tergolong elektrolit lemah:a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lainb. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lainc. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion).Tergolong ke dalam jenis ini misalnya:- Larutan urea- Larutan sukrosa- Larutan glukosa- Larutan alkohol dan lain-lain Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut.Menyatakan konsentrasi larutan ada beberapa macam, di antaranya: 1. FRAKSI MOL Fraksi mol adalah perbandingan antara jumiah mol suatu komponen dengan jumlah mol seluruh komponen yang terdapat dalam larutan. Fraksi mol dilambangkan dengan X. Contoh: Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat terlarut A den 7 mol zat terlarut B. maka: XA = nA / (nA + nB) = 3 / (3 + 7) = 0.3 XB = nB /(nA + nB) = 7 / (3 + 7) = 0.7 * XA + XB = 1 2. PERSEN BERAT Persen berat menyatakan gram berat zat terlarut dalam 100 gram larutan. Contoh:Larutan gula 5% dalam air, artinya: dalam 100 gram larutan terdapat : - gula = 5/100 x 100 = 5 gram - air = 100 - 5 = 95 gram 3. MOLALITAS (m) Molalitas menyatakan mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut. Contoh:Hitunglah molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air ! - molalitas NaOH = (4/40) / 500 gram air = (0.1 x 2 mol) / 1000 gram air = 0,2 m 4. MOLARITAS (M) Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Contoh:Berapakah molaritas 9.8 gram H2SO4 (Mr= 98) dalam 250 ml larutan ? - molaritas H2SO4 = (9.8/98) mol / 0.25 liter = (0.1 x 4) mol / liter = 0.4 M 5. NORMALITAS (N) Normalitas menyatakan jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan. Untuk asam, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion H+. Untuk basa, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion OH-. Antara Normalitas dan Molaritas terdapat hubungan :N = M x valensi Besarnya konsentrasi ion H+ dalam larutan disebut derajat keasaman.Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH. pH = - log [H+] Untuk air murni (25oC): [H+] = [OH-] = 10-7 mol/l pH = - log 10-7 = 7Atas dasar pengertian ini, ditentukan: - Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral- Jika nilai pH <> 7, maka larutan bersifat basa- Pada suhu kamar: pKw = pH + pOH = 14 MENYATAKAN PH LARUTAN ASAM Untuk menyatakan nilai pH suatu larutan asam, maka yang paling awal harus ditentukan (dibedakan) antara asam kuat dengan asam lemah. 1. pH Asam KuatBagi asam-asam kuat ( a = 1), maka menyatakan nilai pH larutannya dapat dihitung langsung dari konsentrasi asamnya (dengan melihat valensinya).Contoh: 1. Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.01 M HCl ! Jawab: HCl(aq) ® H+(aq) + Cl-(aq)[H+] = [HCl] = 0.01 = 10-2 MpH = - log 10-2 = 2 2. Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.1 mol asam sulfat ! Jawab: H2SO4(aq) ® 2 H+(aq) + SO42-(aq) [H+] = 2[H2SO4] = 2 x 0.1 mol/2.0 liter = 2 x 0.05 = 10-1 MpH = - log 10-1 = 1 2. pH Asam Lemah Bagi asam-asam lemah, karena harga derajat ionisasinya ¹ 1 (0 < a < 1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara langsung dari konsentrasi asamnya (seperti halnya asam kuat). Langkah awal yang harus ditempuh adalah menghitung besarnya [H+] dengan rumus [H+] = Ö ( Ca . Ka) dimana: Ca = konsentrasi asam lemahKa = tetapan ionisasi asam lemah Contoh: Hitunglah pH dari 0.025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya, jika diketahui Ka = 10-5 Jawab: Ca = 0.025 mol/0.025 liter = 0.1 M = 10-1 M[H+] = Ö (Ca . Ka) = 10-1 . 10-5 = 10-3 MpH = -log 10-3 = 3 Menyatakan pH Larutan Basa Prinsip penentuan pH suatu larutan basa sama dengan penentuan pH larutam asam, yaitu dibedakan untuk basa kuat dan basa lemah. 1. pH Basa Kuat Untuk menentukan pH basa-basa kuat (a = 1), maka terlebih dahulu dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basanya. Contoh: a. Tentukan pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M !b. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.01 M ! Jawab: a. KOH(aq) ® K+(aq) + OH-(aq)[OH-] = [KOH] = 0.1 = 10-1 MpOH = - log 10-1 = 1pH = 14 - pOH = 14 - 1 = 13 b. Ca(OH)2(aq) ® Ca2+(aq) + 2 OH-(aq)[OH-1] = 2[Ca(OH)2] = 2 x 0.01 = 2.10-2 MpOH = - log 2.10-2 = 2 - log 2pH = 14 - pOH = 14 - (2 - log 2) = 12 + log 2 2. pH Basa Lemah Bagi basa-basa lemah, karena harga derajat ionisasinya ¹ 1, maka untuk menyatakan konsentrasi ion OH- digunakan rumus: [OH-] = Ö (Cb . Kb) dimana: Cb = konsentrasi basa lemahKb = tetapan ionisasi basa lemah Contoh: Hitunglah pH dari 100 ml 0.001 M larutan NH4OH, jika diketahui tetapan ionisasinya = 10-5 ! Jawab: [OH-] = Ö (Cb . Kb) = 10-3 . 10-5 = 10-4 MpOH = - log 10-4 = 4pH = 14 - pOH = 14 - 4 = 10 SUMBER:MUNAWAROHZUHRI.BLOGSPOT.COM

indonesia

INDONESIA ADALAH;NEGARA KEPULAUAN TERBESAR DI DUNIA .
BENTUK PEMERINTAHAN:REPUBLIK
KEPALA PEMERINTAHAN:PRESIDEN
LAGU KEBANGSAAN: INDONESIA RAYA
SEMBOYAN NEGARA:BHINEKA TUNGGAL IKA
PENGHASILAN:BERAS,PADI,JAGUNG,COKLAT
AGAMA;ISLAM,KONG HUCU,KRISTEN KHATOLIK,KRISTEN PROTESTAN,BUDHA,HINDU
AGAMA RESMI :ISLAM
BAHASA KEBANGSAAN: INDONESIA



profil jurusan konstruksi bangunan

NAMA JURUSAN:konstruksi bangunan
GURU BIDANGSTUDI :SADRI
:SURPRIYADI
:MASRI
:WAHROJI
:NELDAWATI
:ZULMAN
:MUHAMMAD YUNUS :H.IRMAN JAMIN
:YUNISMEL
TOOLMAN:ILYAS


JUMLAH SISWA:31 orang

ALAMAT:JLN.SULTAN SULAIMAN.KAMPUNG BULANG
TANJUNG PINANG

11 Juni, 2010

RANCANGAN ANGGARAN BIAYA

DAFTAR ISI ANALISA BIAYA KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN INDEX STANDAR NASIONAL INDONESIA

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah
untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 meter
6.2 Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 2 meter
6.3 Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 3 meter
6.4 Menggali 1 m3 tanah keras sedalam 1 meter
6.5 Menggali 1 m3 tanah cadas sedalam 1 meter
6.6 Menggali 1 m3 tanah lumpur sedalam 1 meter
6.7 Mengerjakan 1 m2 stripping tebing setinggi 1 meter
6.8 Membuang 1 m3 tanah sejauh 30 meter
6.9 Mengurug kembali 1 m3 galian
6.10 Memadatkan 1 m3 tanah (per 20 cm)
6.11 Mengurug 1 m3 pasir urug
6.12 Memasang 1 m3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 3 PP : 7 TL
6.13 Memasang 1 m3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 5 TL
6.14 Memasang 1 m2 lapisan ijuk tebal 10 cm
6.15 Mengurug 1 m3 sirtu padat untuk peninggian lantai bangunan


Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan pondasi
6.1 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP
6.2 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 4 PP
6.3 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 5 PP
6.4 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 6 PP
6.5 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 8 PP
6.6 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 KP : 1 SM : 2 PP
6.7 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 KP : 10 PP
6.8 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1/4 PC : 1 KP : 4 PP
6.9 Memasang 1 m3 batu kosong (aanstamping)
6.10 Memasang 1 m3 pondasi siklop, 60% beton campuran 1 PC : 2 PB : 3 KR dan 40% batu belah
6.11 Memasang 1 m3 pondasi sumuran, diameter 100 cm


Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,87
6.2 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 9,8 MPa (K 125), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,78
6.3 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 12,2 MPa (K 150), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,72
6.4 Membuat 1 m3 lantai kerja beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (3-6) cm, w/c = 0,87
6.5 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 14,5 MPa (K 175), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,66
6.6 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 16,9 MPa (K 200), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,61
6.7 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 19,3 MPa (K 225), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,58
6.8 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 21,7 MPa (K 250), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,56
6.9 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 24,0 MPa (K 275), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,53
6.10 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 26,4 MPa (K 300), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,52
6.11 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 28,8 MPa (K 325), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,49
6.12 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 31,2 MPa (K 350), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,48
6.13 Membuat 1 m3 beton kedap air dengan strorox – 100
6.14 Memasang 1 m’ PVC Waterstop lebar 150 mm
6.15 Memasang 1 m’ PVC Waterstop lebar 200 mm
6.16 Membuat 1 m’ PVC Waterstop lebar 230 mm – 320 mm
6.17 Pembesian 10 kg dengan besi polos atau besi ulir
6.18 Memasang 10 kg kabel presstressed polos/strands
6.19 Memasang 10 kg jaring kawat baja/wire mesh
6.20 Memasang 1 m2 bekisting untuk pondasi
6.21 Memasang 1 m2 bekisting untuk sloof
6.22 Memasang 1 m2 bekisting untuk kolom
6.23 Memasang 1 m2 bekisting untuk balok
6.24 Memasang 1 m2 bekisting untuk lantai
6.25 Memasang 1 m2 bekisting untuk dinding
6.26 Memasang 1 m2 bekisting untuk tangga
6.27 Memasang 1 m2 jembatan untuk pengecoran beton
6.28 Membuat 1 m3 pondasi beton bertulang (150 kg besi + bekisting)
6.29 Membuat 1 m3 sloof beton bertulang (200 kg besi + bekisting)
6.31 Membuat 1 m3 balok beton bertulang (200 kg besi + bekisting)
6.32 Membuat 1 m3 kolom beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 12
6.33 Membuat 1 m3 dinding beton bertulang (150 kg besi + bekisting)
6.34 Membuat 1 m3 dinding beton bertulang (200 kg besi + bekisting)
6.35 Membuat 1 m’ kolom praktis beton bertulang (11 x 11) cm
6.36 Membuat 1 m’ ring balok beton bertulang (10 x 15) cm
A.1 Membuat 1 m3 beton f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,87


Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP
6.2 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.3 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.4 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP
6.5 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP
6.6 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP
6.7 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP
6.8 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.9 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.10 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP
6.11 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP
6.12 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 8 PP
6.13 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP
6.14 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 1 PP
6.15 Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 2 PP
6.16 Memasang 1 m2 dinding HB 20 , campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.17 Memasang 1 m2 dinding HB 20, cam puran spesi 1 PC : 4 PP
6.18 Memasang 1 m2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.19 Memasang 1 m2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.20 Memasang 1 m2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.21 Memasang 1 m2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.22 Memasang 1 m2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.23 Memasang 1 m2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 4 PP
6.24 Memasang 1 m2 dinding bata berongga ekspose ukuran (5 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP


Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan plesteran 6.1 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 1 PP, tebal 15 mm
6.2 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 15 mm
6.3 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 15 mm
6.4 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm
6.5 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm
6.6 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 15 mm
6.7 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 7 PP, tebal 15 mm
6.8 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 8 PP, tebal 15 mm
6.9 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 1/2 KP : 3 PP, tebal 15 mm
6.10 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 KP : 8 PP, tebal 15 mm
6.11 memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 1 PP, tebal 15 mm
6.12 Memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 15 mm
6.13 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 20 mm
6.14 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 20 mm
6.15 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 20 mm
6.16 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 20 mm
6.17 Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 20 mm
6.18 Memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 20 mm
6.19 Memasang 1 m2 Berapen 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm
6.20 Memasang 1 m’ Plesteran Skoning 1 PC : 2 PP, lebar 10 mm
6.21 Memasang 1 m2 Plesteran Granit , 1 PC : 2 Granit, tebal 10 mm
6.22 Memasang 1 m2 Plesteran Teraso , 1 PC : 2 Batu Teraso, tebal 10 mm
6.23 Memasang 1 m2 Plesteran Ciprat 1 PC : 2 PP
6.24 Memasang 1 m2 finishing siar pasangan dinding bata merah (=20 m’)
6.25 Memasang 1 m2 finishing siar pasangan dinding conblock ekspose (=8 m’)
6.26 Memasang 1 m2 finishing siar pasangan batu kali adukan 1 PC : 2 PP
6.27 Memasang 1 m2 acian


Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

6.1 Membuat dan memasang 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu kelas I
6.2 Membuat dan memasang 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu kelas II atau III
6.3 Membuat dan memasang 1 m2 pintu klamp standar, kayu kelas II
6.4 Membuat dan memasang 1 m2 pintu klamp sederhana, kayu kelas III
6.5 Membuat dan memasang 1 m2 daun pintu panel, kayu kelas I atau II
6.6 Membuat dan memasang 1 m2 pintu dan jendela kaca, kayu kelas I atau II
6.7 Membuat dan memasang 1 m2 pintu dan jendela jalusi kayu kelas I atau II
6.8 Membuat 1 m2 daun pintu kayu lapis (plywood) rangkap, rangka tertutup kayu kelas II (lebar sampai 90 cm)
6.9 Membuat 1 m2 pintu plywood rangkap, rangka expose kayu kelas I atau II
6.10 Memasang 1 m2 jalusi kusen, kayu kelas I atau II
6.11 Memasang 1 m2 teakwood rangkap, rangka expose kayu kelas I
6.12 Memasang 1 m2 teakwood rangkap lapis formika, rangka expose kayu kelas II
6.13 Memasang 1 m3 konstruksi kuda-kuda konvensional, kayu kelas I, II dan III bentang 6 meter
6.14 Memasang 1 m3 konstruksi kuda-kuda expose, kayu kelas I
6.15 Memasang 1 m3 konstruksi gordeng, kayu kelas II
6.16 Memasang 1 m2 rangka atap genteng keramik, kayu kelas II
6.17 Memasang 1 m2 rangka atap genteng beton, kayu kelas II
6.18 Memasang 1 m2 rangka atap sirap, kayu kelas II
6.19 Memasang 1 m2 rangka langit-langit (50 x 100) cm, kayu kelas II atau III
6.20 Memasang 1 m2 rangka langit-langit (60 x 60) cm, kayu kelas II atau III
6.21 Memasang 1 m1 lisplank ukuran (3 x 20) cm, kayu kelas I atau kelas II
6.22 Memasang 1 m1 lisplank ukuran (3 x 30) cm, kayu kelas I atau kelas II
6.23 Memasang 1 m2 rangka dinding pemisah (60 x 120) cm kayu kelas II atau III
6.24 Memasang 1 m2 dinding pemisah teakwood rangkap, rangka kayu kelas II
6.25 Memasang 1 m2 dinding pemisah plywood rangkap, rangka kayu kelas II
6.26 Memasang 1 m2 dinding lambriziring dari papan kayu kelas I
6.27 Memasang 1 m2 dinding lambriziring dari plywood ukuran (120 x 240) cm
6.28 Memasang 1 m2 dinding bilik, rangka kayu kelas III atau IV


Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan
penutup lantai dan dinding untuk konstruksi
bangunan gedung dan perumahan

6.1 Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (40 x 40) cm
6.2 Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (30 x 30) cm
6.3 Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (20 x 20) cm
6.4 Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (40 x 40) cm
6.5 Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (30 x 30) cm
6.6 Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (20 x 20) cm
6.7 Memasang 1 m2 lantai ubin teraso ukuran (40 x 40) cm
6.8 Memasang 1 m2 lantai ubin teraso ukuran (30 x 30) cm
6.9 Memasang 1 m2 lantai ubin granit ukuran (40 x 40) cm
6.10 Memasang 1 m2 lantai ubin granit ukuran (30 x 30) cm
6.11 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux ukuran (40 x 40) cm
6.12 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux ukuran (30 x 30) cm
6.13 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (60 x 60) cm
6.14 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (40 x 40) cm
6.15 Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (30 x 30) cm
6.16 Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (15 x 20) cm
6.17 Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (10 x 30) cm
6.18 Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (10 x 40) cm
6.19 Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 20) cm
6.20 Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 30) cm
6.21 Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 40) cm
6.22 Memasang 1 m plint ubin teraso ukuran (10 x 30) cm
6.23 Memasang 1 m plint ubin teraso ukuran (10 x 40) cm
6.24 Memasang 1 m plint ubin granit ukuran (10 x 40) cm
6.25 Memasang 1 m plint ubin granit ukuran (10 x 30) cm
6.26 Memasang 1 m plint ubin teralux kerang ukuran (10 x 40) cm
6.27 Memasang 1 m plint ubin teralux kerang ukuran (10 x 30) cm
6.28 Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 60) cm
6.29 Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 40) cm
6.30 Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 30) cm
6.31 Memasang 1 m2 lantai teraso cor ditempat, tebal 3 cm
6.32 Memasang 1 m2 lantai keramik artistik ukuran (10 x 20) cm
6.33 Memasang 1 m2 lantai keramik artistik ukuran (10 x 10) cm atau (5 x 20) cm
6.34 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (33 x 33) cm
6.35 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (30 x 30) cm
6.36 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (20 x 20) cm
6.37 Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (10 x 33) cm, variasi/border
6.38 Memasang 1 m2 lantai mosaik ukuran (30 x 30) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP
6.39 Memasang 1 m’ plint keramik ukuran (10 x 20) cm
6.40 Memasang 1 m’ plint keramik ukuran (10 x 10) cm
6.41 Memasang 1 m’ plint

Tidak ada komentar:

Posting Komentar