Rumus Bangun Ruang - Matematika
Sat, 22/04/2006 - 1:56pm — godam64
Rumus Kubus- Volume : Sisi pertama dikali sisi kedua dikali sisi ketiga (S pangkat 3)
Rumus Balok- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi (p x l x t)
Rumus Bola- Volume : phi dikali jari-jari dikali tinggi pangkat tiga kali 4/3 (4/3 x phi x r x t x t x t)- Luas : phi dikali jari-jari kuadrat dikali empat (4 x phi x r x r)
Rumus Limas Segi Empat- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi dibagi tiga (p x l x t x 1/3)- Luas : ((p + l) t) + (p x l)
Rumus Tabung- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi (phi x r2 x t)- Luas : (phi x r x 2) x (t x r)
Rumus Kerucut- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi dibagi tiga (phi x r2 x t x 1/3)- Luas : (phi x r) x (S x r)- S : Sisi miring kerucut dari alas ke puncak (bukan tingi)
Rumus Prisma Segitiga Siku-siku- Volume : alas segitiga kali tinggi segitiga kali tinggi prisma bagi dua (as x ts x tp x)
sumger :gogle.
05 Mei, 2010
apa itu fisika
Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), “alamiah”, dan φύσις (physis), “Alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Fisikawan mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
sumber: pak ar guru fisika.(pakarfisika)
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
sumber: pak ar guru fisika.(pakarfisika)
macam macam matematika
AEM (Algebraic Experience Material)
Bangun Datar Luasan
Bangun Datar Rangka
Bangun Ruang Masif
Bangun Ruang Transparan
Bangun Ruang Rangka
(a – b )2 = a2 – 2ab + b2
(a+b)(a-b) =a2-b2
(a+b)2 = a2+ 2ab + b2
(a+b)3 = a3 + 3ab2 + 3a2b + b3
Bukti Pythagoras-pythagoras
Irisan bola (2 macam)
Irisan Tabung (2 macam)
Jumlah Bilangan Asli
Jumlah Bilangan Ganjil
Jumlah Sudut Segitiga
Jumlah sudut segiempat
Kuadrat Lengkap al-Khwarizmi
Klinometer
Limit Deret Geometri
Limit Deret Setengah
Limit Deret Sepertiga
Limit Deret Seperempat
Dekak-dekak
Luas Jajargenjang Model I
Luas Jajargenjang Model II
Luas Layang-layang
Luas Lingkaran
Luas Segitiga Lancip (model I)
Luas Segitiga Tumpul (model II)
Luas Selimut Bola Lilitan
Papan Berpaku (60 x 80)
Papan Berpetak(60 x 80)
Papan Flanel (60 x 80)
Rumus Volum Bola
Rumus Volum Kerucut
Rumus Volum Limas
Peraga Satuan
Peraga Kumpulan
Peraga Perkalian
Volum Balok dan Kubus
Peluang Putaran
Timbangan Bilangan
Menara Hanoi
Loncat Katak
sumber:p4tk.com
Bangun Datar Luasan
Bangun Datar Rangka
Bangun Ruang Masif
Bangun Ruang Transparan
Bangun Ruang Rangka
(a – b )2 = a2 – 2ab + b2
(a+b)(a-b) =a2-b2
(a+b)2 = a2+ 2ab + b2
(a+b)3 = a3 + 3ab2 + 3a2b + b3
Bukti Pythagoras-pythagoras
Irisan bola (2 macam)
Irisan Tabung (2 macam)
Jumlah Bilangan Asli
Jumlah Bilangan Ganjil
Jumlah Sudut Segitiga
Jumlah sudut segiempat
Kuadrat Lengkap al-Khwarizmi
Klinometer
Limit Deret Geometri
Limit Deret Setengah
Limit Deret Sepertiga
Limit Deret Seperempat
Dekak-dekak
Luas Jajargenjang Model I
Luas Jajargenjang Model II
Luas Layang-layang
Luas Lingkaran
Luas Segitiga Lancip (model I)
Luas Segitiga Tumpul (model II)
Luas Selimut Bola Lilitan
Papan Berpaku (60 x 80)
Papan Berpetak(60 x 80)
Papan Flanel (60 x 80)
Rumus Volum Bola
Rumus Volum Kerucut
Rumus Volum Limas
Peraga Satuan
Peraga Kumpulan
Peraga Perkalian
Volum Balok dan Kubus
Peluang Putaran
Timbangan Bilangan
Menara Hanoi
Loncat Katak
sumber:p4tk.com
Langganan:
Postingan (Atom)
