Service
Service ada beberapa macam:
Service atas. Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
Service bawah. Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. tangan yang memukulbola beriap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
Service mengapung. Adalah service atas dengan awalan dan cara memukulyang hampir sama. awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi ( tidak terlalu tinggi dari kepala ). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
yang perlu diperhatikan dalam service
• Sikap badan dan pandangan
• Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
• Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli
Passing
• Passing Bawah ( Pukulan/penganmbilan tangan kebawah )
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
• Passing Keatas ( Pukulan/penganmbilan tangan keatas )
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
Penyentuhan pada semua jari2 dan gerakannya meluruskan kedua tangan
Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.
Membendung (Bloking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan membe
11 Juni, 2010
ILMU BANGUNAN
1. PENGERTIAN BANGUNAN
Yang dimaksud dengan ilmu bangunan-gedung dan juga ilmu bangunan teknik-sipil :
Ilmu pengetahuan yang digunakan untuk perencanaan dan pelaksanaan pembuatan bangunan dan juga perbaikan bangunan.
Ilmu bangunan-gedung termasuk ilmu bangunan teknik-sipil , yang khusus mempelajari masalah gedung-gedung.
Bangunan sebagai yang dimaksudkan diatas meliputi :
1. Bangunan sebagai suatu benda hasil karya orang dengan tujuan untuk kepentingan tertentu dari seseorang atau sekumpulan orang . Karena bentuknya besar , benda tesebut tidak dapat dipindahkan atau digerakkan , kecuali dengan cara dibongkar.
2. Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dari sesuatu yang telah ada , dengan suatu tujuan tertentu atau untuk kepentingan seseorang atau sekumpulan orang.
2. JENIS BANGUNAN
Karena banyaknya macam bangunan dalam teknik , maka dapat dibedakan menjadi jenis-jenis :
- Bangunan teknik-sipil kering , antara lain : rumah-rumah, gedung-gedung, pabrik, tugu-peringatan, rumah ibadah, jalan raya, bangunan “assainering”, landasan kapal terbang, dsb.
- Bangunan teknik-sipil basah , antara lain : bendungan, bangunan-irigasi, saluran air,dermaga pelabuhan, menara air, turap-turap, jembatan, dsb.
Jenis bahan yang digunakan, banyak berupa : kayu, bata, batu beton, dan baja.
3. FUNGSI POKOK PEMBUATAN BANGUNAN
Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat, awet, tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, aman terhadap bangunan yang ada disekelilingnya.
Bangunan-bangunan akan lebih awet, bila didirikan ditempat-tempat tidak terkena air, tidak terdapat gempa bumi, dengan intensitas besar. Air yang mengandung garam, seperti air laut misalnya, akan menjadikan bangunan lekas rusak disbanding dengan bangunan yang didirikan ditempat yang ada airnya.
4 BAGIAN-BAGIAN DARI BANGUNAN GEDUNG
Menurut susunannya pembagian bangunan khususnya khususnya bangunan gedung dibagi menjadi :
- Bangunan bawah, yaitu : bagian-bagian yang ada dibawah muka lantai, yang ada dibawah tanah.
- Bangunan atas, yaitu bagian yang ada diatasnya seperti tembok diatasnya, pintu/jendela, kolom-kolom, balok cincin, (ring balk) serta rangkap atap dan bagian-bagian penutupnya.
Yang termasuk bangunan bawah ialah suatu konstruksi yang dibuat untuk menahan seluruh berat bangunan yang ada diatasnya termasuk berat fodasi itu sendiri, oleh karena itu bangunan bawah harus kuat, tidak mudah bergerak kedudukannya dan tetap mantap (stabil).
Bangunan bawah yaitu fondasi mempunyai hubungan langsung dengan dasar tanah keras dibawahnya, disamping itu harus terletak pada tempat yang suhunya tidak berubah-ubah. Ini dicapai dengan menempatkan dasar fondasi pada kedalaman dibawah muka tanah. Maksud lain dari penempatan ini, karena didekat muka tanah mengandung humus (zat organk).
Oleh karena itu, dasar fondasi harus terletak pada kedalaman 60-80 cm dibawah muka tanah, untuk bangunan sederhana. Dan untuk bangunan yang berat harus dihitung menurut Ilmu Fondasi.
Bangunan atas yaitu bagian-bagian yang terletak diatas bangunan bawah. Seluruh berat bangunan atas diteruskan pada bangunan bawah yang terletak dibawahnya kepada tanah dasar dibawahnya. Fondasi mempunyai peranan penting pada konstruksi bangunan, dan mempunyai bagian tersendiri dalam pemilihan fondasi yang akan dibuat.
FISIKA
telah diketahui bahwa generator arus bolak-balik sebagai sumber tenaga listrik yang mempunyai GGL :
Persamaan di atas jelas-jelas menunjukkan bahwa GGL arus bolak-balik berubah secara sinusoidal. Suatu sifat yang menjadi ciri khas arus bolak-balik.
Dalam menyatakan harga tegangan AC ada beberapa besaran yang digunakan, yaitu :
- Tegangan sesaat : Yaitu tegangan pada suatu saat t yang dapat dihitung dari persamaan E = Emax sin 2
ft jika kita tahu Emax, f dan t. - Amplitudo tegangan Emax : Yaitu harga maksimum tegangan. Dalam persamaan : E = Emax sin 2
ft, amplitudo tegangan adalah Emax. - Tegangan puncak-kepuncak (Peak-to-peak) yang dinyatakan dengan Epp ialah beda antara tegangan minimum dan tegangan maksimum. Jadi Epp = 2 Emax.
- Tegangan rata-rata (Average Value).
- Tegangan efektif atau tegangan rms (root-mean-square) yaitu harga tegangan yang dapat diamati langsung dalam skala alat ukurnya.
Gambar arus dan tegangan bolak-balik.
Gambar arti arus dan tegangan yang dikuadratkan.
Arus dan tegangan sinusoidal.
Dalam generator, kumparan persegi panjang yang diputar dalam medan magnetik akan membangkitkan Gaya Gerak Listrik (GGL) sebesar :
Dengan demikian bentuk arus dan tegangan bolak-balik seperti persamaan di atas yaitu :
im dan vm adalah arus maksimum dan tegangan maksimum.
Bentuk kurva yang dihasilkan persamaan ini dapat kita lihat di layar Osiloskop. Bentuk kurva ini disebut bentuk sinusoidal gambar.
Harga Efektif Arus Bolak-balik.
Dalam rangkaian arus bolak-balik, baik tegangan maupun kuat arusnya berubah-ubah secara periodik. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang praktis diperlukan besaran listrik bolak-balik yang tetap, yaitu harga efektif.
Harga efektif arus bolak-balik ialah harga arus bolak-balik yang dapat menghasilkan panas yang sama dalam penghantar yang sama dan dalam waktu yang seperti arus searah.
Ternyata besar kuat arus dan tegangan efektifnya masing-masing :
Kuat arus dan tegangan yang terukur oleh alat ukur listrik menyatakan harga efektifnya.
Resistor dalam rangkaian arus bolak-balik.
Bila hambatan murni sebesar R berada dalam rangkaian arus bolak-balik, besar tegangan pada hambatan berubah-ubah secara sinusoidal, demikian juga kuat arusnya. Antara kuat arus dan tegangan tidak ada perbedaan fase, artinya pada saat tegangan maksimum, kuat arusnya mencapai harga maksimum pula.
Kumparan induktif dalam rangkaian arus bolak-balik.
Andaikan kuat arus yang melewati kumparan adalah I = Imax sin
t. Karena hambatan kumparan diabaikan I.R = 0
Bila tegangan antara AB adalah V, kuat arus akan mengalir bila :
Jadi antara tegangan pada kumparan dengan kuat arusnya terdapat perbedaan fase
, dalam hal ini tegangan mendahului kuat arus.
Capasitor Dalam Rangkaian Arus Bolak-balik.
Andaikan tegangan antara keping-keping capasitor oada suatu saat V = Vmax sin
t, muatan capasitor saat itu :
Q = C.V
Jadi antara tegangan dan kuat arus terdapat perbedaan fase
dalam hal ini kuat arus lebih dahulu
daripada tegangan.
Reaktansi.
Disamping resistor, kumparan induktif dan capasitor merupakan hambatan bagi arus bolak-balik. Untuk membedakan hambatan kumparan induktif dan capasitor dari hambatan resistor, maka hambatan kumparan induktif disebut Reaktansi Induktif dan hambatan capasitor disebut Reaktansi Capasitif.
| |
- Reaktansi Capasitif (XC)
| |
Impedansi (Z)
Sebuah penghantar dalam rangkaian arus bolak-balik memiliki hambatan, reaktansi induktif, dan reaktansi capasitif. Untuk menyederhanakan permasalahan, kita tinjau rangkaian arus bolak-balik yang didalamnya tersusun resistor R, kumparan R, kumparan induktif L dan capasitor C.
Menurut hukum ohm, tegangan antara ujung-ujung rangkaian :
V = VR + VL + VC
Dengan penjumlahan vektor diperoleh :
Z disebut Impedansi
1.
2. Bila XLC atau VLC, maka rangkaian bersifat Kapasitif. tg
negatif, nilai
negatif. Ini berarti kuat arus mendahului tegangan.
Demikian juga untuk harga V = 
3. Bila XL=XC atau VL=VC, maka rangkaian bersifat resonansi. tg
= 0 dan
= 0, ini berarti tegangan dan kuat arus fasenya sama.
3. Bila XL=XC atau VL=VC, maka rangkaian bersifat resonansi. tg
Resonansi
Jika tercapai keadaan yang demikian, nilai Z = R, amplitudo kuat arus mempunyai nilai terbesar, frekuensi arusnya disebut frekuensi resonansi seri. Besarnya frekuensi resonansi dapat dicari sebagai berikut :
XL = XC
f adalah frekuensi dalam cycles/det, L induktansi kumparan dalam Henry dan C kapasitas capasitor dalam Farad.
Getaran Listrik Dalam Rangkaian LC.
Getaran listrik adalah arus bolak-balik dengan frekuensi tinggi.
Getaran listrik dapat dibangkitkan dalam rangkaian LC.
Kapasitor C dimuati sampai tegangan maksimum. Bila saklar ditutup mengalir arus sesuai arah jarum jam, tegangan C turun sampai nol. Bersamaan dengan aliran arus listrik timbul |
Langganan:
Postingan (Atom)
